Beranda Pendidikan Disdik Lamsel Kaji Matang Persiapan KBM Tatap Muka

Disdik Lamsel Kaji Matang Persiapan KBM Tatap Muka

170 views
0
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan (Disdik Lamsel), Thomas Amirico

LAMPUNG SELATAN — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) , tengah berupaya mengkaji lebih matang persiapan atas kebijakan soal kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

KBM secara tatap muka untuk wilayah zona kuning Covid-19, berdasarkan instruksi Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Nadiem Makarim, dan sesuai dengan SKB Empat Menteri yang diperbaharui, boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Namun kebijakaan tersebut belum saja di ambil, di kutip dari di Twitter JawaPos. com, Rabu (12/8). Telah ada di Kabupaten dan Kota dalam pelaksanaan beberapa hari saja, telah ada klaster baru yang bermunculan.Berdasarkan catatan @LaporCOVID19, ada 6 klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Saat KBM tatap muka dimulai, bermunculan klaster-klaster baru penularan Covid dari Sekolah dari berbagai daerah. Konsekuensi serius dari kebijakan @Kemdikbud_RI !! Apa tindakanmu Kak @Nadiem_Makarim ?,” tulis @LaporCOVID19 di Twitter yang dikutip JawaPos.com, Rabu (12/8).

Adapun, berikut catatan 6 klaster baru di sekolah adalah sebagai berikut :

Klaster Sekolah Tulungagung :

Siswa berumur 9 tahun warga Kecamatan Pagerwojo diduga tertular dari ayahnya yang hasilnya reaktif ketika dites cepat (rapid test).

Klaster Sekolah Kalimantan Barat (Kalbar) :

14 siswa dan 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dari: SMA 1 Ketapang, SMA 1 Ngabang, SMA 1 Pontianak, SMPN 1 Pontianak, SMAN 2, SMAN 3, Klaster Sekolah Tegal.

Siswa SD dari Kecamatan Pangkah, Tegal, tertular dari kakeknya dan potensial menulari guru dan teman sekelasnya yg sempat mengikuti KBM tatap muka di sekolah.

Klaster Sekolah Sumedang :

Pelajar berusia 6 tahun Kecamatan Situraja dan pelajar umur 9 tahun dari Kecamatan Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja, saat perjalanan ke dan dari sekolah.

Klaster Sekolah Pati :

26 santri Pondok Pesantren di Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati dinyatakan positif Covid-19.

Klaster Sekolah Balikpapan :

Dari seorang guru yang positif Covid-19 menulari 28 orang guru dan pegawai sekolah, di 1 SD dan 1 SMP, termasuk batita perempuan 2 tahun, per 6 Agustus 2020 kemudian menulari 17 orang.

Menanggapi hal demikian Plt Pendidikan lamsel Tomas Americo menyampaikan, Iya kita juga masih dalam persiapan dan mengkaji lebih matang

“Kita priorataskan keselamatan jiwa, makanya kita tidak mau terburu buru dalam mengambil kebijakan,” kata Thomas Jumat 14 Agustus 2020.

Kalau pandemi ini makin naik grafiknya dan membahayakan keselamatan jiwa, bisa saja dalam waktu dekat belum bisa di laksanakan (KMB) tatap muka makanya kita masih proses persiapan sambil nunggu perkembangan.

“Kita liat perkembangan sebelum september, Kita bisa memutuskan yang terbaik, tapi semua persiapan sudah kita lakukan, kita harus berhati-hati tidak boleh sembarangan. Karena ini masalah keselamatan jiwa. Kita mengedepankan kebijakan Pendidikan di masa pandemi COVID-19. Yakni kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan, itu prioritas utama,” tukasnya.

(Slamet) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here